Saturday, November 20, 2010

Dygta-kesepian

Chord Dygta Kesepian

Author : Chord Frenzy
E...

F#m
Kurindu disayangi
C#m
Sepenuh hati
E
Sedalam cintaku
B
Setulus hatiku

F#m
Kuingin dimiliki
C#m
Dikasihani
E
Tanpa air mata
B
Tanpa kesalahan


*
F#m A
Bukan cinta yang melukai diriku
C#m E
Dan meninggalkan hidupku lagi


Reff
A
Tolonglah aku
B
Dari kehampaan ini
G#m
Selamatkan cintaku
C#m
Dari hancurnya hatiku
F#m
Hempaskan kesendirian
B
Yang tak pernah berakhir

A
Bebaskan aku
B
Dari keadaan ini
G#m
Sempurnakan hidupku
C#m
Dari rapuhnya jiwaku
F#m
Adakah seseorang
B
Yang melepaskanku
E
Dari kesepian ini


F#m C#m E B 2x


Kembali ke *
Kembali ke Reff

A B G#m C#m F#m B

Kembali ke Reff

Sunday, August 8, 2010

Maaf ku......


Mataku hendak terlelap tidur, saat itu. Waktu menunjukkan jam 10 malam. Tidak biasanya jam segini aku merasa kantuk yang teramat sangat. Aku sandarkan tubuhku ke lantai beralaskan karpet berwarna merah. agak terasa gatal memang, karena beginilah kebiasaan anak kost, yang tak pernah rajin membersihkan kamarnya sendiri........................................

Baru. Mataku terpejam damai, melupakan semua penat yang membuat kepalaku serasa sakit seharian ini.....
Hp Nokia dengan model lamaku berdering. "mengganggu kesenangan orang saja...!!!" gerutuku dalam hati.
Aku angkat dan langsung berkomunikasi. Tak lama kemudian aku mendengar bahwa, "Dia masuk kerumah sakit." lalu dia kembali menjelaskan, "Aku sudah tanya ke teman kantornya dan katanya tidak ada masalah. lalu aku cek Hp-nya dan kamulah orang yang terakhir mengirimkan Massage kepadanya. Apa yang sebenarnya sedang terjadi?"

................................................................................................................................

Aku tidak tahu apa yang sebenarnya sedang berlaku. Saya merasa tidak pernah melakukan hal apapun kepadanya, apalagi harus melukainya..........
Aku juga seharian ini sibuk dengan pekerjaanku sebagai parttimer.

Aku ini memang orang yang payah, yang tidak bisa mempertahankan sebuah kata cinta. Padahal semua harapan dan pengorbanannya telah ia tuturkan dan tujukan kepadaku.
memang pantas jika aku adalah sebagai Duri Cinta dalam sebuah hubungan asmara.
Pura-pura buta dengan apa yang sudah ia lakukan.
Sengaja tidak mengerti walau aku paham dengan semuanya.

Aku menutup telphon itu, aku taruh di samping dan kembali berbaring sambil memejamkan mata.

Air mataku jatuh. Mengaliri pipiku yang kotor karena debu kendaraan. Membuat garis yang tak beraturan yang sama sekali tidak aku harapkan.
Aku membuka mata sambil mengusap air mata yang terlanjur jatuh.
"Duh..." gerutuku "Kelilipan, lagi...".
Aku tahu hal di atas bukanlah sebagai hal yang kebetulan, tapi aku memang bohong karena aku tahu aku menangis.

ternyata, sia-sia aku membohongi diriku karena aku memang sangat ingin menangis.
Aku malu terhadap diriku sendiri.
Beberapa janji yang pernah terucap, kini hanya sebagai hiasan semata. Akupun nyatanya telah lupa akan hal itu.

"Tuhan..." Aku berusaha mengingat janji itu.
Dan aku berada pada diriku yang waktu itu.
ketika kesedihan, kesendirian, dan penyesalan berkumpul mengelilingiku.

...............................................................................................................................................

"Tuhan.... Aku memohon maaf atas diriku. Aku berjanji untuk tidak lagi melakukan hal yang membuat air mata itu jatuh kembali. Aku takut Tuhan, aku takut."

yah... Aku ingat kata-kata itu... aku ingat.
Tapi kenapa seperti ini...???

Aku mengingat hal itu.
Hari ketika pertama air mata itu jatuh dan jatuh lagi...
Di depan mataku, aku melihat dia.
Air matanya membasahi baju putihku, menangis sambil sesekali menarik nafas dengan tersendak di pelukanku.

Sebenarnya siapa aku ini? mahluk apa yang melukai hati seorang wanita begitu mudahnya?

Aku merasa sendirian dengan semua masalah ini. Aku teringat wajah kakakku.
Aku rindu dengannya. Aku ingin berbicara dan menceritakan ini semua kepadanya.
tapi sayang, jarak yang sangat jauh memisahkan hubungan kakak beradik ini.

Aku beusaha menghilangkan rasa hawatir ini, melakukan berbagai hal bodoh dengan temanku satu Kost diruang Tamu.
Tapi lagi lagi, aku tidak bisa berbohong terhadap diri sendiri tentang rasa sedih dan hawatir ini.

Aku masuk ke kamarku lagi.
Membaringkan tubuhku, memejamkan mata sambil menceritakan semuanya kepada sang angin. berharap bisa mengirimkan semua kesedihan dan kehawatiranku terhadapnya.

Sekarang aku serahkan semuanya padamu Tuhan.
Engkau lah yang tahu apa yang aku rasakan saat ini, Engkau lah yang tahu tentang perasaan ini, jauh sebelum aku bercerita denganMu, Tuhan.

Satu harapanku, Tuhan................................
Jadikanlah aku mahluk yang tahu akan posisi diriku.
yang sama sekali tidak bimbang menghadapi sebuah pilihan

Berikanlah sedikit senyum dan kebahagiaan kepadanya..!!
selalu senangkanlah hatinya...!!
Jagalah ia ketika penjagaanku tidak berada di sampingnya...!!

syukron ala kulli waktiki ana sa'id liuhibbiki hatta tutolli'u syamsyi wal qomar fii waahidin a'rodin

Monday, August 2, 2010

Benar aku mencintaimu, tapi aku tidak bisa


Aku bingung harus ngapain??
ketika semua orang sibuk dengan urusan mereka masing-masing.
aku terlempar dengan masalah ku, masalah pribadiku. masalah yang buat aku jadi seorang pecundang..

Aku minta maaf dengan semua yang telah aku lakukan kepadamu.
Jujur, aku melakukan itu dengan sepenuh jiwaku.
Karena aku begitu sangat memujamu.
Dan karena aku begitu sangat mencintaimu. Sangat sangat mencintaimu.

Aku pernah membuat seseorang dalam hidupku harus memilih.
sebuah pilihan yang harus Ia tentukan.
Sampai sekarang aku masih mengingatnya.
Dan aku tidak akan pernah melupakannya.

Itu adalah hari pertama sebuah Air mata cinta jatuh di depan mataku, di pelukanku.

Aku berjanji dalam hati untuk tidak pernah mengulangi itu lagi.
aku akan berusaha untuk melakukannya....

Tapi aku payah. Hari ini air mata itu jatuh di depan mataku, di pelukanku.
Sama seperti waktu itu....

Aku merasa sangat bersalah. Tapi percayalah, aku memang tidak bisa.
Tapi benar aku sangat mencintaimu.............

Wednesday, July 21, 2010

aku yang berkata, bukan orang lain


Bingung........
benci...........
gundah.........

merasa tidak tenang dengan semuanya..........
merasa bersalah dengan semua....................

keadaan tidak mendukung untuk beranjak maju,
keadaan jua lah yang tidak mengijinkan untuk tegar........

hanya lamunan dan tangis kecil,,, berselimutkan tawa yang bisa sementara aku lakukan...

ini bukan sekedar cerita yang biasa dilakukan oleh para orang tua untuk menghantarkan anaknya tidur.
ini juga bukan cerita yang diangkat dari kisah-kisah para remaja di sekolah.

tapi ini hanyalah sebuah nyanyian hati yang galau.

bukan egois....
tapi mengertilah...

aku hanya manusia biasa. bukan seorang yang mampu membelah lautan,, atau menolong orang dari sebuah peristiwa, dan mendapatkan tepuk tangan serta ciuman sebagai rasa salut dan terimaksihnya.

Bodoh....

itulah yang aku rasakan. aku berfikir kenapa bisa menyanjung orang lain????
kenapa bukan aku yang jelas haus akan ketenangan dan pengakuan atas keberadaan ku

tidak tahu diri.....

seakan-akan itu yang sering terngiang yang dilantunkan di sisi-sisi telinga manis qu.
tidak tahu terimakasih..... dan lupa siapa diri ini sebenarnya.

dan ketika sesuatu berkata,, aku pun tersentak, terdiam, dan apa yang sesuatu itu katakan...

"Sadarlah.......Sadarlah wahai aku.. aku bukan orang yang seperti itu, aku bukan orang yang aku pikirkan. bangunlah,,,,, bangunlah dari lamunan yang membuat aku bukanlah aku.
tenanglah wahai aku,, jika orang lain sudah tidak mau dengan aku, maka aku yang akan selalu ada di sisi aku... jika orang lain sudah tidak lagi mempercayai aku, maka aku yang akan selalu setia mempercayai aku... jangan menangis wahai aku,, jika aku menangis, maka aku juga akan menangis. kita sama. jangan terlalu jauh memikirkan masalah. aku mohon wahai aku..........."


Thursday, July 8, 2010

untuk ibu dan ayah.........


Bertanya tentang Perbedaan dan Kelemahan

Aku pernah bertanya kepada sang awan di langit lepas mengenai apa-apa yang terjadi pada siang hari. Dimana semua orang sibuk akan urusan mereka masing-masing, dan melupakan sebagian dari saudara mereka, sebagian dari orang-orang yang mengais sampah hanya untuk menghilangkan rasa lapar yang sangat sangat mereka rasakan..........

Aku juga pernah bertanya kepada sang bintang mengenai apa-apa yang terjadi pada malam hari. ketika sebagian orang terlelap dalam tidur mereka yang pulas, dan melupakan sebagian dari saudara mereka, sebagian dari orang-orang yang bertepi disisi jalan, dan merapatkan tubuhnya pada selembar kardus di emperan bangunan toko dengan lantai yang usang.

Dinginnya angin malam yang menusuk tulang, sepertinya sudah menjadi teman akrab untuk mereka.......
Bahaya malam, seakan menjadi mimpi buruk yang sewaktu-waktu bisa terjadi kapan saja.....
Dan air mata, menjadi penghias yang senantiasa menemani di setiap lantunan doanya............................

Aku pernah berkata kepada Ibu, bertanya mengenai sebuah perbedaan.............

apakah semua orang mempunyai takdir yang berbeda??
Jika benar berbeda, Kenapa Tuhan hanya memihak orang-orang yang mempunyai kekuatan???
bukan orang-orang yang memiliki keterbatasan???

Sekejap, Ibu menatap mataku. Dilihatnya aku dengan pandangan yang damai dengan diselimuti cermin-cermin air mata......
Kedua tangannya mulai bergerak mendekapku......
jari-jarinya membelai rambutku...............................
Dan air matanya mengaliri pipi ibuku......................
Hanya torehan garis yang ditinggalkannya............
Dan berkata, "Tuhan punya Rahasia yang tidak bisa dijangkau oleh kita, anakku..."

Aku mencoba merebahkan tubuhku diatas krikil kecil yang berserakan di jalan...
sakit.................

Aku melihat ke atas, langit yang megah, yang terlihat seperti tumpukan-tumpukan kapas.
seakan menangis melihat ketidakadilan, megah bagai naungan yang tak terbatas................

Ibu, aku rindu Ayah......................................
Aku rindu dekapannya.................................
Aku rindu nasihatnya..............
Rindu perintahnya.........................
Rindu ciumannya.............

Tuhan................
Engkau yang selalu menemani ayahku, katakan padanya bahwa aku rindu dia
katakan padanya bahwa aku sayang dia
Disini ibu menderita........
siang malam mencari uang untuk aku makan

Aku minta maaf ayah.......
Aku belum bisa membahagiakan ibu............
kekuatan dan kekuasaan yang aku miliki, belum bisa menyuguhkan sebuah senyuman untuk ibu

Apa yang harus saya lakukan ayah???
Bukankah ayah pernah berpesan padaku untuk terus menjaga ibu....
Bukankah ayah pernah berpesan padaku untuk terus berusaha membuat lukisan senyum di wajah ibu................

Aku belum bisa ayah.......... Aku belum bisa..................

Wednesday, July 7, 2010

Menjadi diri sendiri adalah lebih baik


Menjadi diri sendiri adalah lebih baik

Banyak orang yang kadang menginginkan sang bintang karena keindahan yang di taburkan olehnya. tapi orang juga lupa dengan sang bintang. coba lah sejenak kita renungkan kenapa bintang seperti itu??....
karena bintang menginginkan kita untuk lebih bersinar dari pada dirinya dengan seribu satu pengetahuan yang luas seperti tempatnya berada, bukan malah bertepuk tangan atas keistimewaan yang ada pada dirinya........

bertepuk tangan lah untuk diri kita sendiri, karena setiap orang itu memiliki keistimewaan yang besar yang berbeda-beda dalam dirinya!!!!!

J'essaie d'être forte, Mais la force que j'ai, c'est une larme.........................
Estoy tratando de ser fuerte, Pero la fuerza que tengo es una lágrima...........
I'm trying to be strong, But the strength I have is a tear..............................
kadang air mata yang di jatuhkan, bukan berarti itu sebuah tanda kelemahan, akan tetapi simbol keagungan atas apa yang telah dilalui.............

contoh surat pengunduran diri

Yogyakarta, ...,......, 2010
Kepada,
yth,
Dir. HR PT.....
Di
Tempat

Dengan Hormat,


Melalui surat ini saya selaku karyawan PT......... berdasarkan Surat Kesepakatan Bersama ( SKB) tentang kekaryawanan dan Undang - Undang tenaga kerja maka saya yang bertanda tangan dibawah ini.


Nama :.........
Departemen :
Jabatan :........
No Karyawan :

Mengajukan pengunduran diri dari PT....................... dengan alasan kesehatan dan keluarga.....(sebutkan alasan dan sesuai dengan kondisi anda).... Surat ini saya buat sesuai prosedur hubungan indistrial dan tanpa motivasi negatif. Saya berharap perusahaan dapat memahami kondisi saya dan memberikan hak -hak saya sesuai ketentuan yang berlaku.

Demikian surat pengunduran diri ini saya buat dengan sesungguhnya. atas bantuan dan dukungan yang telah diberikan selama ini, saya ucapkan terima kasih.




Hormat Saya,




(........................)