Thursday, July 8, 2010

untuk ibu dan ayah.........


Bertanya tentang Perbedaan dan Kelemahan

Aku pernah bertanya kepada sang awan di langit lepas mengenai apa-apa yang terjadi pada siang hari. Dimana semua orang sibuk akan urusan mereka masing-masing, dan melupakan sebagian dari saudara mereka, sebagian dari orang-orang yang mengais sampah hanya untuk menghilangkan rasa lapar yang sangat sangat mereka rasakan..........

Aku juga pernah bertanya kepada sang bintang mengenai apa-apa yang terjadi pada malam hari. ketika sebagian orang terlelap dalam tidur mereka yang pulas, dan melupakan sebagian dari saudara mereka, sebagian dari orang-orang yang bertepi disisi jalan, dan merapatkan tubuhnya pada selembar kardus di emperan bangunan toko dengan lantai yang usang.

Dinginnya angin malam yang menusuk tulang, sepertinya sudah menjadi teman akrab untuk mereka.......
Bahaya malam, seakan menjadi mimpi buruk yang sewaktu-waktu bisa terjadi kapan saja.....
Dan air mata, menjadi penghias yang senantiasa menemani di setiap lantunan doanya............................

Aku pernah berkata kepada Ibu, bertanya mengenai sebuah perbedaan.............

apakah semua orang mempunyai takdir yang berbeda??
Jika benar berbeda, Kenapa Tuhan hanya memihak orang-orang yang mempunyai kekuatan???
bukan orang-orang yang memiliki keterbatasan???

Sekejap, Ibu menatap mataku. Dilihatnya aku dengan pandangan yang damai dengan diselimuti cermin-cermin air mata......
Kedua tangannya mulai bergerak mendekapku......
jari-jarinya membelai rambutku...............................
Dan air matanya mengaliri pipi ibuku......................
Hanya torehan garis yang ditinggalkannya............
Dan berkata, "Tuhan punya Rahasia yang tidak bisa dijangkau oleh kita, anakku..."

Aku mencoba merebahkan tubuhku diatas krikil kecil yang berserakan di jalan...
sakit.................

Aku melihat ke atas, langit yang megah, yang terlihat seperti tumpukan-tumpukan kapas.
seakan menangis melihat ketidakadilan, megah bagai naungan yang tak terbatas................

Ibu, aku rindu Ayah......................................
Aku rindu dekapannya.................................
Aku rindu nasihatnya..............
Rindu perintahnya.........................
Rindu ciumannya.............

Tuhan................
Engkau yang selalu menemani ayahku, katakan padanya bahwa aku rindu dia
katakan padanya bahwa aku sayang dia
Disini ibu menderita........
siang malam mencari uang untuk aku makan

Aku minta maaf ayah.......
Aku belum bisa membahagiakan ibu............
kekuatan dan kekuasaan yang aku miliki, belum bisa menyuguhkan sebuah senyuman untuk ibu

Apa yang harus saya lakukan ayah???
Bukankah ayah pernah berpesan padaku untuk terus menjaga ibu....
Bukankah ayah pernah berpesan padaku untuk terus berusaha membuat lukisan senyum di wajah ibu................

Aku belum bisa ayah.......... Aku belum bisa..................

1 comment:

  1. semoga butir keindahan bisa disemai pada musimnya kelak.........

    ReplyDelete