
Mataku hendak terlelap tidur, saat itu. Waktu menunjukkan jam 10 malam. Tidak biasanya jam segini aku merasa kantuk yang teramat sangat. Aku sandarkan tubuhku ke lantai beralaskan karpet berwarna merah. agak terasa gatal memang, karena beginilah kebiasaan anak kost, yang tak pernah rajin membersihkan kamarnya sendiri........................................
Baru. Mataku terpejam damai, melupakan semua penat yang membuat kepalaku serasa sakit seharian ini.....
Hp Nokia dengan model lamaku berdering. "mengganggu kesenangan orang saja...!!!" gerutuku dalam hati.
Aku angkat dan langsung berkomunikasi. Tak lama kemudian aku mendengar bahwa, "Dia masuk kerumah sakit." lalu dia kembali menjelaskan, "Aku sudah tanya ke teman kantornya dan katanya tidak ada masalah. lalu aku cek Hp-nya dan kamulah orang yang terakhir mengirimkan Massage kepadanya. Apa yang sebenarnya sedang terjadi?"
................................................................................................................................
Aku tidak tahu apa yang sebenarnya sedang berlaku. Saya merasa tidak pernah melakukan hal apapun kepadanya, apalagi harus melukainya..........
Aku juga seharian ini sibuk dengan pekerjaanku sebagai parttimer.
Aku ini memang orang yang payah, yang tidak bisa mempertahankan sebuah kata cinta. Padahal semua harapan dan pengorbanannya telah ia tuturkan dan tujukan kepadaku.
memang pantas jika aku adalah sebagai Duri Cinta dalam sebuah hubungan asmara.
Pura-pura buta dengan apa yang sudah ia lakukan.
Sengaja tidak mengerti walau aku paham dengan semuanya.
Aku menutup telphon itu, aku taruh di samping dan kembali berbaring sambil memejamkan mata.
Air mataku jatuh. Mengaliri pipiku yang kotor karena debu kendaraan. Membuat garis yang tak beraturan yang sama sekali tidak aku harapkan.
Aku membuka mata sambil mengusap air mata yang terlanjur jatuh.
"Duh..." gerutuku "Kelilipan, lagi...".
Aku tahu hal di atas bukanlah sebagai hal yang kebetulan, tapi aku memang bohong karena aku tahu aku menangis.
ternyata, sia-sia aku membohongi diriku karena aku memang sangat ingin menangis.
Aku malu terhadap diriku sendiri.
Beberapa janji yang pernah terucap, kini hanya sebagai hiasan semata. Akupun nyatanya telah lupa akan hal itu.
"Tuhan..." Aku berusaha mengingat janji itu.
Dan aku berada pada diriku yang waktu itu.
ketika kesedihan, kesendirian, dan penyesalan berkumpul mengelilingiku.
...............................................................................................................................................
"Tuhan.... Aku memohon maaf atas diriku. Aku berjanji untuk tidak lagi melakukan hal yang membuat air mata itu jatuh kembali. Aku takut Tuhan, aku takut."
yah... Aku ingat kata-kata itu... aku ingat.
Tapi kenapa seperti ini...???
Aku mengingat hal itu.
Hari ketika pertama air mata itu jatuh dan jatuh lagi...
Di depan mataku, aku melihat dia.
Air matanya membasahi baju putihku, menangis sambil sesekali menarik nafas dengan tersendak di pelukanku.
Sebenarnya siapa aku ini? mahluk apa yang melukai hati seorang wanita begitu mudahnya?
Aku merasa sendirian dengan semua masalah ini. Aku teringat wajah kakakku.
Aku rindu dengannya. Aku ingin berbicara dan menceritakan ini semua kepadanya.
tapi sayang, jarak yang sangat jauh memisahkan hubungan kakak beradik ini.
Aku beusaha menghilangkan rasa hawatir ini, melakukan berbagai hal bodoh dengan temanku satu Kost diruang Tamu.
Tapi lagi lagi, aku tidak bisa berbohong terhadap diri sendiri tentang rasa sedih dan hawatir ini.
Aku masuk ke kamarku lagi.
Membaringkan tubuhku, memejamkan mata sambil menceritakan semuanya kepada sang angin. berharap bisa mengirimkan semua kesedihan dan kehawatiranku terhadapnya.
Sekarang aku serahkan semuanya padamu Tuhan.
Engkau lah yang tahu apa yang aku rasakan saat ini, Engkau lah yang tahu tentang perasaan ini, jauh sebelum aku bercerita denganMu, Tuhan.
Satu harapanku, Tuhan................................
Jadikanlah aku mahluk yang tahu akan posisi diriku.
yang sama sekali tidak bimbang menghadapi sebuah pilihan
Berikanlah sedikit senyum dan kebahagiaan kepadanya..!!
selalu senangkanlah hatinya...!!
Jagalah ia ketika penjagaanku tidak berada di sampingnya...!!
syukron ala kulli waktiki ana sa'id liuhibbiki hatta tutolli'u syamsyi wal qomar fii waahidin a'rodin
Baru. Mataku terpejam damai, melupakan semua penat yang membuat kepalaku serasa sakit seharian ini.....
Hp Nokia dengan model lamaku berdering. "mengganggu kesenangan orang saja...!!!" gerutuku dalam hati.
Aku angkat dan langsung berkomunikasi. Tak lama kemudian aku mendengar bahwa, "Dia masuk kerumah sakit." lalu dia kembali menjelaskan, "Aku sudah tanya ke teman kantornya dan katanya tidak ada masalah. lalu aku cek Hp-nya dan kamulah orang yang terakhir mengirimkan Massage kepadanya. Apa yang sebenarnya sedang terjadi?"
................................................................................................................................
Aku tidak tahu apa yang sebenarnya sedang berlaku. Saya merasa tidak pernah melakukan hal apapun kepadanya, apalagi harus melukainya..........
Aku juga seharian ini sibuk dengan pekerjaanku sebagai parttimer.
Aku ini memang orang yang payah, yang tidak bisa mempertahankan sebuah kata cinta. Padahal semua harapan dan pengorbanannya telah ia tuturkan dan tujukan kepadaku.
memang pantas jika aku adalah sebagai Duri Cinta dalam sebuah hubungan asmara.
Pura-pura buta dengan apa yang sudah ia lakukan.
Sengaja tidak mengerti walau aku paham dengan semuanya.
Aku menutup telphon itu, aku taruh di samping dan kembali berbaring sambil memejamkan mata.
Air mataku jatuh. Mengaliri pipiku yang kotor karena debu kendaraan. Membuat garis yang tak beraturan yang sama sekali tidak aku harapkan.
Aku membuka mata sambil mengusap air mata yang terlanjur jatuh.
"Duh..." gerutuku "Kelilipan, lagi...".
Aku tahu hal di atas bukanlah sebagai hal yang kebetulan, tapi aku memang bohong karena aku tahu aku menangis.
ternyata, sia-sia aku membohongi diriku karena aku memang sangat ingin menangis.
Aku malu terhadap diriku sendiri.
Beberapa janji yang pernah terucap, kini hanya sebagai hiasan semata. Akupun nyatanya telah lupa akan hal itu.
"Tuhan..." Aku berusaha mengingat janji itu.
Dan aku berada pada diriku yang waktu itu.
ketika kesedihan, kesendirian, dan penyesalan berkumpul mengelilingiku.
...............................................................................................................................................
"Tuhan.... Aku memohon maaf atas diriku. Aku berjanji untuk tidak lagi melakukan hal yang membuat air mata itu jatuh kembali. Aku takut Tuhan, aku takut."
yah... Aku ingat kata-kata itu... aku ingat.
Tapi kenapa seperti ini...???
Aku mengingat hal itu.
Hari ketika pertama air mata itu jatuh dan jatuh lagi...
Di depan mataku, aku melihat dia.
Air matanya membasahi baju putihku, menangis sambil sesekali menarik nafas dengan tersendak di pelukanku.
Sebenarnya siapa aku ini? mahluk apa yang melukai hati seorang wanita begitu mudahnya?
Aku merasa sendirian dengan semua masalah ini. Aku teringat wajah kakakku.
Aku rindu dengannya. Aku ingin berbicara dan menceritakan ini semua kepadanya.
tapi sayang, jarak yang sangat jauh memisahkan hubungan kakak beradik ini.
Aku beusaha menghilangkan rasa hawatir ini, melakukan berbagai hal bodoh dengan temanku satu Kost diruang Tamu.
Tapi lagi lagi, aku tidak bisa berbohong terhadap diri sendiri tentang rasa sedih dan hawatir ini.
Aku masuk ke kamarku lagi.
Membaringkan tubuhku, memejamkan mata sambil menceritakan semuanya kepada sang angin. berharap bisa mengirimkan semua kesedihan dan kehawatiranku terhadapnya.
Sekarang aku serahkan semuanya padamu Tuhan.
Engkau lah yang tahu apa yang aku rasakan saat ini, Engkau lah yang tahu tentang perasaan ini, jauh sebelum aku bercerita denganMu, Tuhan.
Satu harapanku, Tuhan................................
Jadikanlah aku mahluk yang tahu akan posisi diriku.
yang sama sekali tidak bimbang menghadapi sebuah pilihan
Berikanlah sedikit senyum dan kebahagiaan kepadanya..!!
selalu senangkanlah hatinya...!!
Jagalah ia ketika penjagaanku tidak berada di sampingnya...!!
syukron ala kulli waktiki ana sa'id liuhibbiki hatta tutolli'u syamsyi wal qomar fii waahidin a'rodin
ehemm... curhat ya mas :D
ReplyDeletesaya maafkan.. *kabooorr