Wednesday, July 21, 2010

aku yang berkata, bukan orang lain


Bingung........
benci...........
gundah.........

merasa tidak tenang dengan semuanya..........
merasa bersalah dengan semua....................

keadaan tidak mendukung untuk beranjak maju,
keadaan jua lah yang tidak mengijinkan untuk tegar........

hanya lamunan dan tangis kecil,,, berselimutkan tawa yang bisa sementara aku lakukan...

ini bukan sekedar cerita yang biasa dilakukan oleh para orang tua untuk menghantarkan anaknya tidur.
ini juga bukan cerita yang diangkat dari kisah-kisah para remaja di sekolah.

tapi ini hanyalah sebuah nyanyian hati yang galau.

bukan egois....
tapi mengertilah...

aku hanya manusia biasa. bukan seorang yang mampu membelah lautan,, atau menolong orang dari sebuah peristiwa, dan mendapatkan tepuk tangan serta ciuman sebagai rasa salut dan terimaksihnya.

Bodoh....

itulah yang aku rasakan. aku berfikir kenapa bisa menyanjung orang lain????
kenapa bukan aku yang jelas haus akan ketenangan dan pengakuan atas keberadaan ku

tidak tahu diri.....

seakan-akan itu yang sering terngiang yang dilantunkan di sisi-sisi telinga manis qu.
tidak tahu terimakasih..... dan lupa siapa diri ini sebenarnya.

dan ketika sesuatu berkata,, aku pun tersentak, terdiam, dan apa yang sesuatu itu katakan...

"Sadarlah.......Sadarlah wahai aku.. aku bukan orang yang seperti itu, aku bukan orang yang aku pikirkan. bangunlah,,,,, bangunlah dari lamunan yang membuat aku bukanlah aku.
tenanglah wahai aku,, jika orang lain sudah tidak mau dengan aku, maka aku yang akan selalu ada di sisi aku... jika orang lain sudah tidak lagi mempercayai aku, maka aku yang akan selalu setia mempercayai aku... jangan menangis wahai aku,, jika aku menangis, maka aku juga akan menangis. kita sama. jangan terlalu jauh memikirkan masalah. aku mohon wahai aku..........."


Thursday, July 8, 2010

untuk ibu dan ayah.........


Bertanya tentang Perbedaan dan Kelemahan

Aku pernah bertanya kepada sang awan di langit lepas mengenai apa-apa yang terjadi pada siang hari. Dimana semua orang sibuk akan urusan mereka masing-masing, dan melupakan sebagian dari saudara mereka, sebagian dari orang-orang yang mengais sampah hanya untuk menghilangkan rasa lapar yang sangat sangat mereka rasakan..........

Aku juga pernah bertanya kepada sang bintang mengenai apa-apa yang terjadi pada malam hari. ketika sebagian orang terlelap dalam tidur mereka yang pulas, dan melupakan sebagian dari saudara mereka, sebagian dari orang-orang yang bertepi disisi jalan, dan merapatkan tubuhnya pada selembar kardus di emperan bangunan toko dengan lantai yang usang.

Dinginnya angin malam yang menusuk tulang, sepertinya sudah menjadi teman akrab untuk mereka.......
Bahaya malam, seakan menjadi mimpi buruk yang sewaktu-waktu bisa terjadi kapan saja.....
Dan air mata, menjadi penghias yang senantiasa menemani di setiap lantunan doanya............................

Aku pernah berkata kepada Ibu, bertanya mengenai sebuah perbedaan.............

apakah semua orang mempunyai takdir yang berbeda??
Jika benar berbeda, Kenapa Tuhan hanya memihak orang-orang yang mempunyai kekuatan???
bukan orang-orang yang memiliki keterbatasan???

Sekejap, Ibu menatap mataku. Dilihatnya aku dengan pandangan yang damai dengan diselimuti cermin-cermin air mata......
Kedua tangannya mulai bergerak mendekapku......
jari-jarinya membelai rambutku...............................
Dan air matanya mengaliri pipi ibuku......................
Hanya torehan garis yang ditinggalkannya............
Dan berkata, "Tuhan punya Rahasia yang tidak bisa dijangkau oleh kita, anakku..."

Aku mencoba merebahkan tubuhku diatas krikil kecil yang berserakan di jalan...
sakit.................

Aku melihat ke atas, langit yang megah, yang terlihat seperti tumpukan-tumpukan kapas.
seakan menangis melihat ketidakadilan, megah bagai naungan yang tak terbatas................

Ibu, aku rindu Ayah......................................
Aku rindu dekapannya.................................
Aku rindu nasihatnya..............
Rindu perintahnya.........................
Rindu ciumannya.............

Tuhan................
Engkau yang selalu menemani ayahku, katakan padanya bahwa aku rindu dia
katakan padanya bahwa aku sayang dia
Disini ibu menderita........
siang malam mencari uang untuk aku makan

Aku minta maaf ayah.......
Aku belum bisa membahagiakan ibu............
kekuatan dan kekuasaan yang aku miliki, belum bisa menyuguhkan sebuah senyuman untuk ibu

Apa yang harus saya lakukan ayah???
Bukankah ayah pernah berpesan padaku untuk terus menjaga ibu....
Bukankah ayah pernah berpesan padaku untuk terus berusaha membuat lukisan senyum di wajah ibu................

Aku belum bisa ayah.......... Aku belum bisa..................

Wednesday, July 7, 2010

Menjadi diri sendiri adalah lebih baik


Menjadi diri sendiri adalah lebih baik

Banyak orang yang kadang menginginkan sang bintang karena keindahan yang di taburkan olehnya. tapi orang juga lupa dengan sang bintang. coba lah sejenak kita renungkan kenapa bintang seperti itu??....
karena bintang menginginkan kita untuk lebih bersinar dari pada dirinya dengan seribu satu pengetahuan yang luas seperti tempatnya berada, bukan malah bertepuk tangan atas keistimewaan yang ada pada dirinya........

bertepuk tangan lah untuk diri kita sendiri, karena setiap orang itu memiliki keistimewaan yang besar yang berbeda-beda dalam dirinya!!!!!

J'essaie d'être forte, Mais la force que j'ai, c'est une larme.........................
Estoy tratando de ser fuerte, Pero la fuerza que tengo es una lágrima...........
I'm trying to be strong, But the strength I have is a tear..............................
kadang air mata yang di jatuhkan, bukan berarti itu sebuah tanda kelemahan, akan tetapi simbol keagungan atas apa yang telah dilalui.............

contoh surat pengunduran diri

Yogyakarta, ...,......, 2010
Kepada,
yth,
Dir. HR PT.....
Di
Tempat

Dengan Hormat,


Melalui surat ini saya selaku karyawan PT......... berdasarkan Surat Kesepakatan Bersama ( SKB) tentang kekaryawanan dan Undang - Undang tenaga kerja maka saya yang bertanda tangan dibawah ini.


Nama :.........
Departemen :
Jabatan :........
No Karyawan :

Mengajukan pengunduran diri dari PT....................... dengan alasan kesehatan dan keluarga.....(sebutkan alasan dan sesuai dengan kondisi anda).... Surat ini saya buat sesuai prosedur hubungan indistrial dan tanpa motivasi negatif. Saya berharap perusahaan dapat memahami kondisi saya dan memberikan hak -hak saya sesuai ketentuan yang berlaku.

Demikian surat pengunduran diri ini saya buat dengan sesungguhnya. atas bantuan dan dukungan yang telah diberikan selama ini, saya ucapkan terima kasih.




Hormat Saya,




(........................)